Neil Armstrong Tidak Pernah Mendarat di Bulan?

WASHINGTON – Rumor yang menyebutkan bahwa pendaratan manusia di bulan adalah suatu bentuk teori konspirasi belakangan kembali mencuat. Semakin banyak pihak dan bukti yang menguatkan keraguan Neil Armstrong pernah melakukan pendaratan di bulan 40 tahun silam.

Ada beberapa bukti yang menyebutkan bahwa Armstrong dengan misi Apollo 11 sebenarnya tidak pernah ke bulan. Yang sebenarnya terjadi adalah, Armstrong berada di dalam sebuah studio alam buatan di sebuah tempat di Arizona yang sengaja diseting mirip dengan keadaan di bulan.

Hal ini sengaja dilakukan oleh NASA dan pemerintahan Amerika Serikat untuk menciptakan ketakutan publik dan menyelamatkan imej Amerika yang mulai meredup karena kekalahannya dalam perang Vietnam. Langkah ini juga sekaligus ingin memukul telak Uni Soviet yang kala itu bersaing ketat dengan AS dalam kemajuan teknologi luar angkasa. Demikian keterangan yang dikutip dari Moon Daily, Senin (13/7/2009).

Para pihak yang meragukan berupaya menghantam hal ini dengan memperbanyak teori dan bukti ilmiah yang menguatkan. Di antaranya, mereka memaparkan teori yang menyebutkan bahwa kemungkinan besar para astronot itu akan habis terpanggang terlebih dahulu saat melewati ”sabuk” Van Allen sebelum mencapai bulan.

Dalam sebuah kesempatan yang membahas segala kejanggalan pendaratan manusia di Bulan, salah satu ahli astronomi bernama Phil Plait, mengemukakan kejanggalan foto pendaratan Armstrong. Pada foto yang selama puluhan tahun telah terpublikasi ke seluruh dunia itu, sama sekali tidak nampak keberadaan bintang di langit.

“Tidak ada atmosfir di Bulan, dengan demikian seharusnya bintang-bintang yang terlihat dari langit di Bulan akan bersinar lebih terang,” kata Plait.

Plait dan rekan-rekannya juga memberi catatan soal bendera AS yang terlihat berkibar pada foto dan video rekaman. Mereka mengatakan, mustahil bendera tersebut bisa berkibar karena sesungguhnya tidak ada udara di Bulan. (srn)

Sumber: http://techno.okezone.com

Matahari Berbentuk Sabit Terlihat di Langit Jakarta

JAKARTA – Gerhana matahari perlahan-lahan mulai terlihat di Museum Puspitek Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tampak matahari berbentuk bulan sabit muncul perlahan-lahan.

Pantauan okezone di Museum Puspitek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Senin (26/1/2009), gerhana matahri perlahan mulai terlihat meski sesekali tertutup awan.

Sontak para pengunjung yang menyaksikan fenomena alam yang terjadi sekira 54 tahun sekali itu bersorak dan bertepuk tangan. Mereka tampak takjub menyaksikan gerhana tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Pakar Astronomi dari ITB Moedji Raharto. Dia mengatakan, meski Jakarta diselimuti awan tebal namun gerhana tetap bisa terlihat. “Berkaca pada pengalaman, dahulu pernah awan tebal dan hujan deras namun tetap terlihat,” tuturnya.

Menurutnya, gerhana terjadi sejak pukul 15.20 WIB hingga pukul 17.50 WIB. Wilayah yang bisa terlihat jelas hingga merasakan gelap sebagai efek gerhana matahari yakni di Sumatera Selatan.

“Sedangkan yang di Jakarta ini terlihat matahari seperti sabit. Sedangkan daerah yang dilalui, puncak gelapnya selama 2-4 menit dan di Jakarta gelapnya hanya sesaat,” pungkasnya. (lsi)

Dikutip dari: http://news.okezone.com

Video Pelantikan Presiden Barack Obama

Barack Obama adalah Presiden Amerika Serikat saat ini, yang dilantik pada tanggal 20 Januari 2009 kemarin. Di Indonesia siaran langsungnya disiarkan pada malam hari pukul 23.00 WIB. Bagi anda yang belum menyaksikan siaran langsung pelantikan Presiden Barack Obama, silakan saksikan video yang di embed dari YouTube di bawah ini.

 

Tidak Lama Lagi IPv4 Benar – Benar Habis

Maz-V News – Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya alamat Internet Protocol sering disebut IP. Saat ini Indonesia menggunakan Alamat Internet Protocol versi 4 (IPv4), dimana alamat IP ini akan habis dalam tempo dekat ini. Untuk mengatasi hal ini pihak Internet Engineering Task Force (IETF) telah menyiapkan protocol baru versi 6 (IPv6).

Berikut adalah perbedaan IPv4 dan IPv6

IPv4
Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.

IPv6
Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

Berikut ini adalah gambaran IPv4 yang tersisa